Postingan

Membongkar Rahasia Mangrove yang Sepi

Gambar
  🎬 “Membongkar Rahasia Mangrove yang Sepi: Dulu Ramai, Kini Ditinggalkan” Oleh : Sutoyo ________________ Dulu jembatan bambu ini tidak pernah benar-benar sepi. Langkah kaki datang silih berganti. Anak-anak berlari, orang dewasa berswafoto, dan warung di atas panggung itu pun hidup terbukti dari tawa yang tak putus. Seorang pedagang yang juga warga setempat bercerita, “Awal dibuka… di sini ramai, Mas.” Tapi itu dulu. Sekarang yang datang hanya sesekali: rombongan siswa, mahasiswa, dan para pemancing. Selebihnya? Sunyi. Kayu-kayu mulai lapuk. Warung pun perlahan menyerah. Dan jembatan ini… seperti menunggu sesuatu yang tak kunjung datang. Lalu pertanyaan muncul— apakah ini tanda manusia sudah tidak peduli pada lingkungan? Jawabannya tidak sesederhana itu. Karena jika alamnya masih sama, jika mangrove masih berdiri setia menjaga pesisir, maka yang sebenarnya hilang bukanlah tempat ini. Yang hilang adalah alasan untuk kembali. Dulu orang datang karena penasaran. Sekaran...

“Rahasia Besar Petani Tua: Hama Datang Setiap Hari… Tapi Tak Pernah Menang”

Gambar
 “Rahasia Besar Petani Tua: Hama Datang Setiap Hari… Tapi Tak Pernah Menang” Selamat Idul Fitri 1247 H,Taqabbalallahu minna wa minkum🙏 🌿 EPISODE 1  Oleh : Sutoyo _________________ Tidak ada sawah yang benar-benar aman. Setiap hari… selalu ada yang datang. Diam-diam. Tanpa suara. Mereka mengintai…mencoba…bahkan bersiap menghancurkan. Dan anehnya… itu terjadi di semua tempat. Tapi tidak di sawah ini. Di sini, hama tetap datang. Tetap hinggap. Namun satu hal yang tidak pernah terjadi: mereka tidak pernah benar-benar menang. Seorang petani muda memperhatikan itu dengan gelisah. Ia sudah mencoba segalanya sesuai dengan anjuran PPL : pupuk terbaik, obat paling mahal, cara yang katanya “pasti berhasil” Tapi hasilnya selalu sama: “Hama selalu kembali… dan makin berani.” Sampai akhirnya ia melihat sesuatu yang sulit diterima akal. Sawah di sebelahnya… tetap hijau. Bukan tanpa hama. Tapi seperti… tidak dianggap penting oleh mereka. Petani nuda itu sudah tidak tahan lagi. Ia datangi pe...

Pendekatan Heuristik Tim BPP Bruno dalam Pengamatan OPT di Sawah Tadah Hujan Desa Kambangan

Gambar
  Pendekatan Heuristik Tim BPP Bruno dalam Pengamatan OPT di Sawah Tadah Hujan Desa Kambangan Oleh : Sutoyo _________________ Tim Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Bruno melakukan pengamatan langsung terhadap potensi serangan Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) di lahan sawah tadah hujan Desa Kambangan, Kecamatan Bruno. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari pendekatan heuristik , yaitu suatu metode menemukan dan memahami persoalan pertanian melalui pengamatan langsung di lapangan. Koordinator BPP Kecamatan Bruno, Duwi Hartoto, memimpin langsung kegiatan tersebut bersama para Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kecamatan Bruno serta Sugio selaku Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman (POPT). Ditengah hamparan padi yang tumbuh subur di ketinggian sekitar 1000 meter di atas permukaan laut, tim melakukan pengamatan detail pada tanaman padi gogo. Beberapa batang tanaman diperiksa secara langsung untuk memastikan ada atau tidaknya gejala serangan hama maupun penyak...

Jejak Pejuang Pangan

Gambar
  Jejak Pejuang Pangan Oleh : Sutoyo ________________ Kabut pagi tampak masih menggantung di lereng pegunungan ketika langkah-langkah para petani mulai menapaki pematang sawah. Di lhadapan mereka terbentang petak-petak sawah terasering yang berundak mengikuti kontur gunung, seperti tangga panjang yang dibuat oleh manusia untuk menaklukkan lereng alam yang curam. Dari kejauhan pemandangan itu terlihat begitu indahnya. Air mengalir perlahan dari petakan paling atas menuju petakan di bawahnya, memantulkan langit yang mulai terang. Tidak sedikit orang datang ke tempat seperti ini hanya untuk menikmati panorama, mengabadikannya kedalam koleksi foto pribadinya, lalu pulang dengan kesan bahwa sawah terasering adalah salah satu keindahan alam yang menenangkan. Namun bagi para petani yang setiap hari berjalan di pematangnya, sawah bertingkat itu bukan sekadar lanskap yang indah. Disana tersimpan jejak para pejuang pangan. Disetiap musim tanam dimulai dengan kerja yang tidak ringan. Bibit pa...

Workaholic

Gambar
  Workaholic: Ketika Kerja Terlalu Keras Menggerus Kehidupan Pelajaran Sosial dari Japan Oleh : Sutoyo ______________ Dalam dunia modern, kerja keras sering dianggap sebagai kunci kesuksesan. Orang yang rajin bekerja dipuji sebagai pribadi disiplin, produktif, dan berdedikasi tinggi. Namun ketika kerja tidak lagi sekadar kewajiban, melainkan berubah menjadi kebutuhan psikologis yang sulit dihentikan, muncullah fenomena yang dikenal sebagai workaholic . Istilah workaholic pertama kali dipopulerkan oleh psikolog Amerika Wayne Oates dalam bukunya Confessions of a Workaholic . Ia menggunakan istilah ini untuk menggambarkan seseorang yang memiliki kecanduan terhadap pekerjaan , mirip dengan kecanduan alkohol. Bagi seorang workaholic, bekerja bukan hanya kebutuhan ekonomi, tetapi sudah menjadi dorongan psikologis yang terus-menerus menuntut pemenuhan. Pada tahap tertentu, workaholism dapat membawa konsekuensi serius. Waktu untuk keluarga berkurang, hubungan sosial menyempit, dan kes...

Macet Menjelang Magrib

Gambar
Macet Menjelang Magrib Ketika Jalanan Berubah Menjadi Pasar Takjil Ramadan Oleh : Sutoyo _________________ Setiap tahun, ketika bulan suci Ramadan tiba, ada pemandangan yang hampir selalu terulang di banyak sudut kota dan desa di Indonesia. Jalan yang biasanya lengang mendadak menjadi padat menjelang waktu berbuka puasa. Kendaraan melambat, beberapa bahkan berhenti di tepi jalan. Di sisi lain, payung-payung warna-warni berdiri berjajar, di bawahnya para pedagang sibuk melayani pembeli yang berburu makanan berbuka. Inilah fenomena tahunan yang akrab disebut pasar takjil Ramadan. Menjelang magrib, suasana jalan berubah menjadi semacam pasar dadakan. Aroma gorengan yang baru diangkat dari penggorengan bercampur dengan wangi kolak pisang, es buah, dan aneka jajanan manis. Orang-orang yang pulang kerja, petani yang baru selesai dari sawah, hingga anak-anak yang ikut menemani orang tuanya, semuanya berkumpul dalam satu tujuan yang sama: mencari hidangan untuk berbuka puasa. Akibatnya, lalu l...

Mengapa Daun Kelapa Gading Berwarna Kuning?

Gambar
Mengapa Daun Kelapa Gading Berwarna Kuning?   Ketika Alam Tidak Selalu Mengikuti Prinsip “Daun Hijau Tanaman Sehat” Oleh : Sutoyo ________________ Di dunia pertanian ada sebuah prinsip sederhana yang sering diajarkan sejak awal yakni semakin hijau daun tanaman maka pada umumnya semakin sehat pula tanaman tersebut. Logika seperti ini tidak muncul begitu saja. Warna hijau pada daun berasal dari pigmen penting yang disebut Chlorophyll , yaitu zat yang berperan utama dalam proses Photosynthesis . Melalui klorofil inilah tanaman menyerap energi cahaya matahari untuk diubah menjadi energi kimia yang digunakan dalam pembentukan jaringan, bunga, dan buah. Karena alasan  itulah maka pada banyak tanaman budidaya seperti padi, jagung, atau sayuran  warna daunnya yang hijau pekat sering dianggap sebagai indikator kesuburan. Kandungan klorofil yang tinggi menandakan bahwa proses fotosintesis berjalan optimal. Sebaliknya jika daun menguning pada tanaman jenis ini, biasanya petani mulai...

Jaringan Pasar Jawa

Gambar
  Episode 3.  Jaringan Pasar Jawa:  (Ketika Pedagang Berkeliling Mengikuti Hari Pasaran) Oleh : Sutoyo ________________ Bayangkan sebuah masa ketika jalan raya belum ramai, kendaraan bermotor belum menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, dan sebagian besar masyarakat hidup dari pertanian. Pada masa-masa seperti itu aktivitas perdagangan di pedesaan Jawa tidak berlangsung setiap hari seperti sekarang. Justru sebaliknya pasar hanya hidup pada waktu-waktu tertentu dengan mengikuti siklus Pancawara . Setiap pasar biasanya memiliki hari pasaran yang berbeda. Ada desa yang pasarnya ramai pada Legi , desa lain pada Pahing , sementara desa berikutnya mungkin ramai pada Pon , Wage , atau Kliwon . Pola seperti ini kemudian membentuk sebuah jaringan pasar yang tersebar di berbagai desa yang saling terhubung oleh ritme waktu yang sama. Didalam penelitian antropolog Clifford Geertz , sistem ini disebut sebagai periodic market system atau sistem pasar berkala. Artinya  pasa...

Misteri Pepaya yang Tak Pernah Berbuah

Gambar
  Misteri Pepaya yang Tak Pernah Berbuah (Ternyata Ini Penyebab Ilmiahnya) OLeh : Sutoyo ________________ Dibanyak pekarangan sering kita jumpai pohon pepaya tumbuh hampir tanpa usaha. Cukup dari biji yang terbuang dan beberapa bulan kemudian batangnya sudah tinggi menjulang dengan daun-daun besar yang mengembang seperti payung hijau. Biasanya tak lama setelah itu buah pepaya mulai muncul di batangnya dan menjadi sumber pangan sederhana yang selalu tersedia di sekitar rumah. Namun kadang ada satu pohon yang tampak berbeda. Ia tumbuh subur, daunnya lebat, bahkan bunganya muncul dalam jumlah yang banyak. Jika diperhatikan lebih dekat bunga-bunga itu berkumpul pada tangkai panjang yang menjuntai dari batang dan membentuk gugusan kecil berwarna putih kekuningan. Pohon itu tampak sehat dan seolah siap berbuah lebat. Akan tetapi hari berganti minggu, minggu berganti bulan, dan buah yang ditunggu tidak pernah muncul. Dibanyak daerah orang punya jawaban sederhana untuk fenomena ini. Mereka...

Tawaran yang Tidak Jujur

Gambar
  Episode 7 – Tawaran yang Tidak Jujur Oleh : Sutoyo __________________ Sore itu Amin Zaid sedang menggiring kambing-kambingnya pulang melewati jalan kecil di pinggir sawah. Matahari sudah mulai condong ke barat dan angin sore berhembus pelan membawa aroma khas tanah dan rumput. <script async src="https://pagead2.googlesyndication.com/pagead/js/adsbygoogle.js?client=ca-pub-1003660411887452"      crossorigin="anonymous"></script> Kambing-kambingnya berjalan beriringan di depannya. Karung rumput tergantung di bahunya, sementara sabitnya terselip di pinggang. Ketika ia melewati sebuah tikungan jalan seorang lelaki dewasa yang tidak ia kenal berdiri di bawah pohon asem besar. Lelaki itu memperhatikan kambing-kambing Amin Zaid dengan tatapan yang sulit ditebak. “Min… kambingmu bagus-bagus,” kata lelaki itu sambil mendekat. Amin Zaid berhenti sebentar. Ia mengangguk sopan. “Iya, Pak. Ini kambing titipan orang untuk digembala.” Lelaki itu tersenyum tipis. Ia be...

“Poso Karepmo, Ora Poso Yo Karemu”

Gambar
 “Poso Karepmo, Ora Poso Yo Karemu” Kalimat Santai Orang Jawa yang Diam-Diam Menampar Kesadaran Kita Saat Ramadan Oleh : Sutoyo _________________ Ramadan selalu datang dengan suasana yang khas. Masjid lebih ramai dari biasanya, suara tadarus juga terdengar dari berbagai penjuru, dan warung makan siang hari tiba-tiba menjadi lebih sepi. Namun ditengah suasana seperti itu ada satu kalimat sederhana yang sering terdengar di kampung-kampung Jawa: “Poso karepmo, ora poso yo karemu.” Kalimat itu terdengar santai bahkan seperti candaan saja. Artinya pun sederhana: “Puasa terserah kamu, tidak puasa juga terserah kamu.” Namun jangan salah dibalik kalimat yang terdengar ringan itu tersembunyi tamparan kesadaran yang cukup keras. Ia seperti senyum tipis yang menyimpan pesan mendalam tentang iman, tanggung jawab, dan kejujuran manusia terhadap dirinya sendiri. Teguran Halus Khas Orang Jawa Budaya Jawa memiliki cara yang unik didalam menegur. Tidak frontal, tidak keras, tetapi halus dan penuh d...

Apa Itu Pancawara? Sistem Pekan Lima Hari Orang Jawa

Gambar
  Episode 2 Oleh : Sutoyo Apa Itu Pancawara? Sistem Pekan Lima Hari Orang Jawa Jika kita bertanya kepada orang Jawa tentang hari kelahirannya, sering kali jawabannya bukan hanya Senin, Selasa, atau Jumat. Ada satu tambahan lagi yang hampir selalu disebut: pasaran. Misalnya “Senin Legi”, “Rabu Pahing”, atau “Jumat Kliwon”. Tambahan itulah yang berasal dari sistem Pancawara, sebuah siklus pekan lima hari yang telah hidup dalam tradisi Jawa selama berabad-abad. Secara sederhana, Pancawara terdiri dari lima hari pasaran, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Kelima hari ini berputar terus-menerus setiap lima hari sekali, membentuk siklus waktu yang berjalan berdampingan dengan sistem minggu tujuh hari yang lebih umum kita kenal. Keunikan budaya Jawa terletak pada kemampuannya memadukan dua sistem waktu sekaligus. Di satu sisi ada siklus tujuh hari yang disebut Saptawara—Senin hingga Minggu. Di sisi lain ada siklus Pancawara yang terdiri dari lima hari pasaran. Ketika kedua sistem ...

Ketika Satu Kambing Tidak Kembali

Gambar
 Episode 6 – Ketika Satu Kambing Tidak Kembali Sore mulai turun perlahan. Langit yang tadi terang kini berubah menjadi jingga keemasan. Amin Zaid berdiri di tengah padang sambil memperhatikan kambing-kambingnya yang mulai berkumpul. Seperti biasa, sebelum pulang ia selalu menghitung kambing satu per satu. “Satu… dua… tiga… empat…” Ia berhenti.. Alisnya berkerut. Amin Zaid menghitung lagi. “Satu… dua… tiga… empat…” Dadanya tiba-tiba terasa tidak enak Seharusnya lima. Ia berdiri lebih tegak, memandang ke seluruh padang. Angin sore berhembus melewati rumput kering, tapi tidak ada tanda-tanda kambing yang hilang. “Aduh… ke mana satu lagi?” Ia segera berjalan menyusuri area tempat kambing tadi makan. Matanya menyapu setiap semak, setiap cekungan tanah. Namun kambing itu tidak terlihat. Langkah Amin Zaid semakin cepat. Ia mulai memanggil pelan. “Embek… embek…” Tetap tidak ada jawaban. Matahari makin rendah. Bayangan pepohonan mulai memanjang. Hatinya mulai gelisah. Jika kambing itu benar...

Simalakama Panen Raya

Gambar
  Simalakama Panen Raya  Oleh : Sutoyo ________________ Musim panen padi di musim ini sebenarnya menyimpan harapan yang cukup baik bagi petani. Dibandingkan dengan musim yang sama pada tahun lalu pada musim tanam  ini serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) relatif lebih rendah. Banyak petani mengakui kondisi tanaman terlihat lebih sehat dan bulir padi lebih berisi. Beberapa penebas bahkan mengingat kembali pengalaman panen tahun lalu yang terasa jauh lebih berat. Saat itu tingginya serangan OPT membuat kualitas gabah menurun drastis. Rendemen gabah yang dihasilkan dari proses penggilingan bahkan disebut hanya berkisar sekitar 54 persen, angka yang cukup rendah bagi petani. Namun harapan panen yang lebih baik tahun ini lternyata tidak sepenuhnya berjalan mulus. Curah hujan yang masih cukup tinggi menjelang panen menjadi tantangan tersendiri. Hujan yang datang hampir setiap hari membuat lahan sawah tetap lembap bahkan tergenang di beberapa tempat. Ketika kondisi ini be...

Seri Artikel: Rahasia Hari Pasaran dalam Tradisi Jawa

Gambar
Seri Artikel: Rahasia Hari Pasaran dalam Tradisi Jawa Oleh : Sutoyo ______________ Bagian 1 Jejak Peradaban di Balik Hari Pasaran Jawa Didalam tradisi masyarakat Jawa dikenal dengan lima hari pasaran yaitu Kliwon, Legi, Pahing, Pon, dan Wage. Kelima hari ini membentuk siklus lima harian yang dikenal sebagai Pancawara . Kata panca berarti lima, sedangkan wara berarti hari. Jadi Pancawara adalah sistem pekan lima hari yang berjalan terus menerus berdampingan dengan pekan tujuh hari biasa. Pada masa lalu pasar di desa-desa Jawa tidak dibuka setiap hari seperti sekarang. Aktivitas jual beli hanya berlangsung pada hari pasaran tertentu. Diluar hari-hari itu lapangan pasar biasanya kosong tidak ada pedagang dan tidak ada pembeli, bahkan tidak ada transaksi sama sekali. Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan tradisional. Para peneliti budaya melihatnya sebagai sistem ekonomi lokal yang sangat rasional. Antropolog ekonomi seperti Clifford Geertz dalam penelitiannya tentang pasar di Jawa meny...

Ketika Lelah Menguji Niat

Gambar
  Episode 5 – Ketika Lelah Menguji Niat Hari itu Amin Zaid pulang sekolah dengan langkah yang  lebih lambat dari biasanya. Tasnya terasa berat, bukan hanya oleh buku, tapi oleh tubuh yang lelah. Pelajaran siang tadi cukup panjang, panas, dan menuntut fokus. Namun seperti biasa ia menuju rumah hanya sebentar  mengganti baju, lalu mengambil arit dan karung. Kambing-kambing sudah menunggu. Sore itu angin tidak banyak membantu. Rumput di tanggul kali lebih jarang. Amin Zaid harus melangkah lebih jauhz menebas lebih pelan, mengumpulkan sedikit demi sedikit. Tangannya  pegal. Bahunya terasa pun kaku. Disatu titik ia berhenti. Ia duduk di atas tanah, memandangi karung yang belum juga penuh rumput. Dalam hatinya muncul bisikan kecil, “Cukup segini saja. Besok kan masih ada.” Bisikan itu terasa ringan. Menggoda. Namun ingatannya melayang pada kisah Rasululloh Muhammad SAW yang sering ia dengar dari guru ngajinya—tentang bekerja bukan karena ingin supaya dilihat orang, tapi ka...

Puasa: Ibadah Kuno yang Baru Dipahami Sains Modern

Gambar
  Puasa: Ibadah Kuno yang Baru Dipahami Sains Modern Oleh ,: Sutoyo ________________ Sejak ribuan tahun lalu manusia telah mengenal puasa. Hampir semua tradisi besar di dunia mempraktikkannya—baik dalam Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, maupun Buddha. Dalam tradisi keagamaan puasa dipahami sebagai latihan spiritual untuk   menahan diri, membersihkan jiwa, dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Namun menariknya sains modern mulai menemukan bahwa praktik kuno ini ternyata menyimpan mekanisme biologis yang sangat kompleks di dalam tubuh manusia. Beberapa dekade terakhir ini para ilmuwan dari bidang kedokteran, biologi sel, dan metabolisme mulai meneliti secara serius apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh ketika manusia berpuasa. Ternyata hasilnya cukup mengejutkan: puasa memicu berbagai proses adaptasi biologis yang justru berpotensi meningkatkan kesehatan tubuh. Salah satu perubahan paling mendasar adalah peralihan sumber energi tubuh . Ketika seseorang berhenti makan selama b...

Kesesuaian Kebutuhan Tanaman Semusim dengan Pola Ketersediaan Nutrisi Pupuk Organik dan Kimia

Gambar
  Kesesuaian Kebutuhan Tanaman Semusim dengan Pola Ketersediaan Nutrisi Pupuk Organik dan Kimia Oleh : Sutoyo (praktisi dan pemerhati pertanian berkelanjutan) _________________ Tanaman semusim seperti padi, jagung, kedelai, atau sayuran tumbuh dalam siklus yang relatif singkat, tetapi mengikuti pola kebutuhan nutrisi yang jelas sepanjang fase pertumbuhannya . Pada fase awal setelah tanaml kebutuhan hara atau nutrisi masih  relatif rendah karena sistem perakaran belum berkembang sempurna. Memasuki fase vegetatif aktif kebutuhan nutrisi meningkat pesat seiring dengan pembentukan daun dan batang. Pada fase generatif kebutuhan tersebut mencapai tingkat tinggi sebelum akhirnya menurun menjelang panen. Pola kebutuhan ini sebenarnya menjadi kunci dalam menentukan strategi pemupukan yang efektif. Namun dalam praktik di lapangan pemupukan sering dilakukan lebih berdasarkan pada kebiasaan atau jadwal teknis, bukan berdasarkan atas  kesesuaian antara kebutuhan tanaman dan ketersed...

Ketika Rumput Tak Sepenuh Harapan

Gambar
  Episode 4 – Ketika Rumput Tak Sepenuh Harapan Malam telah benar-benar turun ketika Amin Zaid menutup pintu kandang. Lampu minyak kecil di sudut halaman menyala redup, menerangi karung rumput yang isinya tak sepenuh biasanya.Ia berdiri sejenak. Menimbang. Menghitung dengan mata dan perasaan. Rumput hari ini memang tidak banyak. Bukan karena malas, tapi karena sepanjang sore ia hanya sempat ngarit di satu sisi tanggul. Waktu tidak panjang. Sekolah lebih lama dari biasanya. Ibunya mendekat tanpa banyak tanya. Ia tahu rutinitas anaknya: pulang sekolah, berganti baju, lalu menggembala kambing sekalian ngarit.  Tidak ada keluhan yang keluar dari mulutnya—hanya tatapan yang menguatkan. Amin Zaid membuka karung itu. Dengan hati-hati ia membagi rumput. Tidak boros, tidak juga menahan berlebihan. Setiap kambing mendapat jatah, meski tidak banyak. Di dalam hatinya, ia teringat kisah Rasululloh Muhammad SAW yang sering diceritakan guru ngajinya—tentang menggembala kambing bukan hanya so...

Senja dan Hati yang Diuji

Gambar
Episode 3 – Senja dan Hati yang Diuji Senja mulai turun ketika Amin Zaid menuntun kambing-kambingnya untuk pulang. Matahari sudah mulai mendekati ufuk barat, cahayanya kuning kemerahan dan lembut. Panas terik siang tadi telah pergi digantikan dengan semilir angin sore yang pelan menyentuh kulit. Karung berisi rumput menggantung di pundaknya. Beratnya masih terasa, tapi tidak lagi memberatkan langkah. Di kejauhan, suara adzan magrib seperti sedang bersiap keluar dari menara masjid. Di jalan setapak diatas tanggul kali, beberapa teman seusianya lewat sambil tertawa. Mereka baru saja selesai bermain. Ketika melihat Amin Zaid bersama kambing-kambingnya, salah satu dari mereka berseru, “Min, kok belum pulang juga? Bau kambing tuh!” Tawa kecil menyusul. Tidak keras. Tapi cukup untuk mengusik. Langkah Amin Zaid melambat. Bukan karena lelah, tapi karena hatinya tersentuh. Ia ingin membalas. Ingin menjelaskan bahwa kambing-kambing ini adalah amanah. Bahwa tidak semua anak punya waktu bermain se...