Postingan

“Poso Karepmo, Ora Poso Yo Karemu”

Gambar
 “Poso Karepmo, Ora Poso Yo Karemu” Kalimat Santai Orang Jawa yang Diam-Diam Menampar Kesadaran Kita Saat Ramadan Oleh : Sutoyo _________________ Ramadan selalu datang dengan suasana yang khas. Masjid lebih ramai dari biasanya, suara tadarus juga terdengar dari berbagai penjuru, dan warung makan siang hari tiba-tiba menjadi lebih sepi. Namun ditengah suasana seperti itu ada satu kalimat sederhana yang sering terdengar di kampung-kampung Jawa: “Poso karepmo, ora poso yo karemu.” Kalimat itu terdengar santai bahkan seperti candaan saja. Artinya pun sederhana: “Puasa terserah kamu, tidak puasa juga terserah kamu.” Namun jangan salah dibalik kalimat yang terdengar ringan itu tersembunyi tamparan kesadaran yang cukup keras. Ia seperti senyum tipis yang menyimpan pesan mendalam tentang iman, tanggung jawab, dan kejujuran manusia terhadap dirinya sendiri. Teguran Halus Khas Orang Jawa Budaya Jawa memiliki cara yang unik didalam menegur. Tidak frontal, tidak keras, tetapi halus dan penuh d...

Apa Itu Pancawara? Sistem Pekan Lima Hari Orang Jawa

Gambar
  Episode 2 Oleh : Sutoyo Apa Itu Pancawara? Sistem Pekan Lima Hari Orang Jawa Jika kita bertanya kepada orang Jawa tentang hari kelahirannya, sering kali jawabannya bukan hanya Senin, Selasa, atau Jumat. Ada satu tambahan lagi yang hampir selalu disebut: pasaran. Misalnya “Senin Legi”, “Rabu Pahing”, atau “Jumat Kliwon”. Tambahan itulah yang berasal dari sistem Pancawara, sebuah siklus pekan lima hari yang telah hidup dalam tradisi Jawa selama berabad-abad. Secara sederhana, Pancawara terdiri dari lima hari pasaran, yaitu Legi, Pahing, Pon, Wage, dan Kliwon. Kelima hari ini berputar terus-menerus setiap lima hari sekali, membentuk siklus waktu yang berjalan berdampingan dengan sistem minggu tujuh hari yang lebih umum kita kenal. Keunikan budaya Jawa terletak pada kemampuannya memadukan dua sistem waktu sekaligus. Di satu sisi ada siklus tujuh hari yang disebut Saptawara—Senin hingga Minggu. Di sisi lain ada siklus Pancawara yang terdiri dari lima hari pasaran. Ketika kedua sistem ...

Ketika Satu Kambing Tidak Kembali

Gambar
 Episode 6 – Ketika Satu Kambing Tidak Kembali Sore mulai turun perlahan. Langit yang tadi terang kini berubah menjadi jingga keemasan. Amin Zaid berdiri di tengah padang sambil memperhatikan kambing-kambingnya yang mulai berkumpul. Seperti biasa, sebelum pulang ia selalu menghitung kambing satu per satu. “Satu… dua… tiga… empat…” Ia berhenti.. Alisnya berkerut. Amin Zaid menghitung lagi. “Satu… dua… tiga… empat…” Dadanya tiba-tiba terasa tidak enak Seharusnya lima. Ia berdiri lebih tegak, memandang ke seluruh padang. Angin sore berhembus melewati rumput kering, tapi tidak ada tanda-tanda kambing yang hilang. “Aduh… ke mana satu lagi?” Ia segera berjalan menyusuri area tempat kambing tadi makan. Matanya menyapu setiap semak, setiap cekungan tanah. Namun kambing itu tidak terlihat. Langkah Amin Zaid semakin cepat. Ia mulai memanggil pelan. “Embek… embek…” Tetap tidak ada jawaban. Matahari makin rendah. Bayangan pepohonan mulai memanjang. Hatinya mulai gelisah. Jika kambing itu benar...

Simalakama Panen Raya

Gambar
  Simalakama Panen Raya  Oleh : Sutoyo ________________ Musim panen padi di musim ini sebenarnya menyimpan harapan yang cukup baik bagi petani. Dibandingkan dengan musim yang sama pada tahun lalu pada musim tanam  ini serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) relatif lebih rendah. Banyak petani mengakui kondisi tanaman terlihat lebih sehat dan bulir padi lebih berisi. Beberapa penebas bahkan mengingat kembali pengalaman panen tahun lalu yang terasa jauh lebih berat. Saat itu tingginya serangan OPT membuat kualitas gabah menurun drastis. Rendemen gabah yang dihasilkan dari proses penggilingan bahkan disebut hanya berkisar sekitar 54 persen, angka yang cukup rendah bagi petani. Namun harapan panen yang lebih baik tahun ini lternyata tidak sepenuhnya berjalan mulus. Curah hujan yang masih cukup tinggi menjelang panen menjadi tantangan tersendiri. Hujan yang datang hampir setiap hari membuat lahan sawah tetap lembap bahkan tergenang di beberapa tempat. Ketika kondisi ini be...

Seri Artikel: Rahasia Hari Pasaran dalam Tradisi Jawa

Gambar
Seri Artikel: Rahasia Hari Pasaran dalam Tradisi Jawa Oleh : Sutoyo ______________ Bagian 1 Jejak Peradaban di Balik Hari Pasaran Jawa Didalam tradisi masyarakat Jawa dikenal dengan lima hari pasaran yaitu Kliwon, Legi, Pahing, Pon, dan Wage. Kelima hari ini membentuk siklus lima harian yang dikenal sebagai Pancawara . Kata panca berarti lima, sedangkan wara berarti hari. Jadi Pancawara adalah sistem pekan lima hari yang berjalan terus menerus berdampingan dengan pekan tujuh hari biasa. Pada masa lalu pasar di desa-desa Jawa tidak dibuka setiap hari seperti sekarang. Aktivitas jual beli hanya berlangsung pada hari pasaran tertentu. Diluar hari-hari itu lapangan pasar biasanya kosong tidak ada pedagang dan tidak ada pembeli, bahkan tidak ada transaksi sama sekali. Fenomena ini bukan sekadar kebiasaan tradisional. Para peneliti budaya melihatnya sebagai sistem ekonomi lokal yang sangat rasional. Antropolog ekonomi seperti Clifford Geertz dalam penelitiannya tentang pasar di Jawa meny...

Ketika Lelah Menguji Niat

Gambar
  Episode 5 – Ketika Lelah Menguji Niat Hari itu Amin Zaid pulang sekolah dengan langkah yang  lebih lambat dari biasanya. Tasnya terasa berat, bukan hanya oleh buku, tapi oleh tubuh yang lelah. Pelajaran siang tadi cukup panjang, panas, dan menuntut fokus. Namun seperti biasa ia menuju rumah hanya sebentar  mengganti baju, lalu mengambil arit dan karung. Kambing-kambing sudah menunggu. Sore itu angin tidak banyak membantu. Rumput di tanggul kali lebih jarang. Amin Zaid harus melangkah lebih jauhz menebas lebih pelan, mengumpulkan sedikit demi sedikit. Tangannya  pegal. Bahunya terasa pun kaku. Disatu titik ia berhenti. Ia duduk di atas tanah, memandangi karung yang belum juga penuh rumput. Dalam hatinya muncul bisikan kecil, “Cukup segini saja. Besok kan masih ada.” Bisikan itu terasa ringan. Menggoda. Namun ingatannya melayang pada kisah Rasululloh Muhammad SAW yang sering ia dengar dari guru ngajinya—tentang bekerja bukan karena ingin supaya dilihat orang, tapi ka...

Puasa: Ibadah Kuno yang Baru Dipahami Sains Modern

Gambar
  Puasa: Ibadah Kuno yang Baru Dipahami Sains Modern Oleh ,: Sutoyo ________________ Sejak ribuan tahun lalu manusia telah mengenal puasa. Hampir semua tradisi besar di dunia mempraktikkannya—baik dalam Islam, Kristen, Yahudi, Hindu, maupun Buddha. Dalam tradisi keagamaan puasa dipahami sebagai latihan spiritual untuk   menahan diri, membersihkan jiwa, dan mendekatkan diri kepada Tuhan. Namun menariknya sains modern mulai menemukan bahwa praktik kuno ini ternyata menyimpan mekanisme biologis yang sangat kompleks di dalam tubuh manusia. Beberapa dekade terakhir ini para ilmuwan dari bidang kedokteran, biologi sel, dan metabolisme mulai meneliti secara serius apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh ketika manusia berpuasa. Ternyata hasilnya cukup mengejutkan: puasa memicu berbagai proses adaptasi biologis yang justru berpotensi meningkatkan kesehatan tubuh. Salah satu perubahan paling mendasar adalah peralihan sumber energi tubuh . Ketika seseorang berhenti makan selama b...