*Bismillah Menulis untuk Tetap Waras*
Bismillah Menulis untuk Tetap Waras _“Menulis adalah caraku menjaga kewarasan—tempat merapikan yang kusut, menahan yang nyaris runtuh, dan diam-diam melawan lupa.”_ Oleh : Sutoyo (Mantan THL) ___________ Dizaman ketika nilai sering diukur dari angka— _like, comment dan share—_ kewarasan justru menjadi barang yang pelan-pelan tergerus. Kita dipaksa untuk terlihat aktif, dipacu untuk terus tampil dan seolah keberadaannya hanya sah jika disaksikan oleh banyak orang. Ironisnya semakin sering kita “terlihat”, malah berasa semakin jauh kita dari diri sendiri. Menulis bagiku adalah bentuk pembangkangan kecil. Ia tidak butuh panggung, tidak mengejar tepuk tangan. Ia justru lahir dari sunyi—dari ruang yang tak selalu nyaman, tetapi jujur. Disana aku tidak perlu menjadi siapa-siapa selain diriku sendiri. Sementara dunia sibuk memoles realitas, menulis justru menguliti. Ia tidak selalu indah, bahkan kadang berantakan. Tapi justru dari yang berantakan itulah, kita menemukan apa ya...