Ngopi Dulu, Dunia Nanti
Ngopi Dulu, Dunia Nanti Oleh : Sutoyo ______________ Karena pagi itu butuh tenang, bukan tegang. Pagi tidak selalu harus dimulai dengan terburu-buru. Ada yang memilih duduk sebentar, menatap hitamnya kopi di dalam gelas, sambil membiarkan dunia menunggu. Bukan karena malas, tetapi karena sadar bahwa tidak semua hal harus dikejar sejak mata baru terbuka. Teradang yang dibutuhkan hanya satu "0ketenangan". Di meja warung kopi yang sederhana, pagi justru terasa lebih jujur. Tidak ada tuntutan untuk tampil hebat, tidak ada tekanan untuk segera berlari. Hanya ada secangkir kopi, mungkin sebatang rokok, dan waktu yang berjalan pelan. Disitulah hidup seperti ditarik sedikit dengan rem, dikasih ruang untuk bernapas. Aneh memang. Dari tempat sesederhana itu, obrolan bisa meluas kemana-mana. Dari harga cabai, naik ke politik negara. Dari cerita tetangga, melompat ke urusan dunia. Seolah-olah meja kecil itu adalah panggung besar tempat siapa saja bebas berbicara tanpa harus punya jabatan...