Jangan Salahkan PPL dan POPT
Jangan Salahkan PPL dan POPT Oleh : Sutoyo ___________ Pelatihan demi pelatihan sudah dilakukan. Dari cara membuat pupuk organik, meramu agens hayati, sampai dengan praktik pertanian ramah lingkungan—semuanya pernah diajarkan. Tidak hanya sekali dua kali, tapi sudah berjalan bertahun-tahun. Dibalik semua itu, ada PPL dan POPT yang senantiasa setia mendampingi untuk datang ke sawah, berdiskusi di pematang, bahkan ikut memikirkan solusi saat petani menghadapi masalah. Namun kenyataan di lapangan sering berkata lain. Banyak petani tetap kembali ke pupuk kimia dan pestisida sintetis. Dititik inilah pertanyaan yang sering muncul adalah “Berarti penyuluhnya gagal?”. Jawaban itu terdengar spontan, tapi sayangnya terlalu dangkal.Sebab kalau kita mau sedikit lebih jujur melihat ke dalam, persoalannya tidak berhenti di lahan. Petani tidak hanya berhadapan dengan tanah dan tanaman, tetapi juga dengan harga, pasar, dan kebutuhan hidup yang tidak dapat ditunda. Ketika hasil pertanian or...