Ketika Rumput Tak Sepenuh Harapan
Episode 4 – Ketika Rumput Tak Sepenuh Harapan Malam telah benar-benar turun ketika Amin Zaid menutup pintu kandang. Lampu minyak kecil di sudut halaman menyala redup, menerangi karung rumput yang isinya tak sepenuh biasanya.Ia berdiri sejenak. Menimbang. Menghitung dengan mata dan perasaan. Rumput hari ini memang tidak banyak. Bukan karena malas, tapi karena sepanjang sore ia hanya sempat ngarit di satu sisi tanggul. Waktu tidak panjang. Sekolah lebih lama dari biasanya. Ibunya mendekat tanpa banyak tanya. Ia tahu rutinitas anaknya: pulang sekolah, berganti baju, lalu menggembala kambing sekalian ngarit. Tidak ada keluhan yang keluar dari mulutnya—hanya tatapan yang menguatkan. Amin Zaid membuka karung itu. Dengan hati-hati ia membagi rumput. Tidak boros, tidak juga menahan berlebihan. Setiap kambing mendapat jatah, meski tidak banyak. Di dalam hatinya, ia teringat kisah Rasululloh Muhammad SAW yang sering diceritakan guru ngajinya—tentang menggembala kambing bukan hanya so...