Ketika Satu Kambing Tidak Kembali
Episode 6 – Ketika Satu Kambing Tidak Kembali Sore mulai turun perlahan. Langit yang tadi terang kini berubah menjadi jingga keemasan. Amin Zaid berdiri di tengah padang sambil memperhatikan kambing-kambingnya yang mulai berkumpul. Seperti biasa, sebelum pulang ia selalu menghitung kambing satu per satu. “Satu… dua… tiga… empat…” Ia berhenti.. Alisnya berkerut. Amin Zaid menghitung lagi. “Satu… dua… tiga… empat…” Dadanya tiba-tiba terasa tidak enak Seharusnya lima. Ia berdiri lebih tegak, memandang ke seluruh padang. Angin sore berhembus melewati rumput kering, tapi tidak ada tanda-tanda kambing yang hilang. “Aduh… ke mana satu lagi?” Ia segera berjalan menyusuri area tempat kambing tadi makan. Matanya menyapu setiap semak, setiap cekungan tanah. Namun kambing itu tidak terlihat. Langkah Amin Zaid semakin cepat. Ia mulai memanggil pelan. “Embek… embek…” Tetap tidak ada jawaban. Matahari makin rendah. Bayangan pepohonan mulai memanjang. Hatinya mulai gelisah. Jika kambing itu benar...