Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2026

Kelelahan Informasi di Dunia Pertanian: Ketika Grup WA Menggantikan Ruang Belajar

Gambar
Kelelahan Informasi di Dunia Pertanian: Ketika Grup WA Menggantikan Ruang Belajar Oleh : Sutoyo ______________ Dulu persoalan utama petani adalah keterbatasan informasi. Hari ini, masalahnya berubah 180 derajat petani justru tenggelam dalam limpahan informasi. Setiap hari grup WhatsApp pertanian dipenuhi: edaran, instruksi, video pendek, tautan berita, himbauan, laporan kegiatan, hingga pesan berantai yang datang tanpa jeda. Informasi bergerak sangat cepat. Tetapi pemahaman tidak selalu ikut bergerak. Dititik inilah dunia pertanian mulai mengalami sesuatu yang jarang dibicarakan: information fatigue atau kelelahan informasi. Istilah ini pertama kali banyak dibahas oleh Alvin Toffler dalam Future Shock (1970), ketika manusia mulai mengalami tekanan yang hebat akibat dari perubahan dan arus informasi yang terlalu cepat. Fenomena itu kini terasa nyata di dunia pertanian digital Indonesia.  Satu pesan belum selesai dipahami, pesan lain sudah masuk. Satu persoalan di sawah belum selesa...

Adu Data Pangan: Ketika Angka Menjadi Senjata, Petani Tetap Menanggung Beban

Gambar
Adu Data Pangan: Ketika Angka Menjadi Senjata, Petani Tetap Menanggung Beban Oleh : Sutoyo ___________ Viralnya adu data antara Feri Amsari dan LBH Tani Nusantara baru-baru ini sebenarnya bukan hanya sekedar perdebatan biasa. Ia membuka satu kenyataan yang selama ini sering disembunyikan dibalik tabel statistik dan konferensi pers tentamg keadaan pangan di Indonesia yang sebenarnya  bukan hanya soal produksi, tetapi juga soal narasi, legitimasi, dan kepentingan politik. Disatu pihak berbicara tentang surplus beras, peningkatan produksi, dan cadangan pangan yang kuat. Sementara dipihak lain mempertanyakan makna swasembada yang diklaim oleh pemerintah ditengah suasana masih tingginya impor berbagai komoditas pangan strategis. Sehingga secara spontan publik pun menjadi terbelah, seolah harus memilih siapa yang paling benar. Padahal masalah utamanya bukan pada siapa yang berbicara, melainkan pada bagaimana negara memaknai pangan itu sendiri. Selama ini kita terlalu sering mencampuraduk...