Membongkar Rahasia Mangrove yang Sepi
🎬 “Membongkar Rahasia Mangrove yang Sepi: Dulu Ramai, Kini Ditinggalkan”
Oleh : Sutoyo
________________
Dulu jembatan bambu ini tidak pernah benar-benar sepi. Langkah kaki datang silih berganti.
Anak-anak berlari, orang dewasa berswafoto, dan warung di atas panggung itu pun hidup terbukti dari tawa yang tak putus.
Seorang pedagang yang juga warga setempat bercerita, “Awal dibuka… di sini ramai, Mas.”
Tapi itu dulu. Sekarang yang datang hanya sesekali: rombongan siswa, mahasiswa, dan para pemancing.
Selebihnya?
Sunyi. Kayu-kayu mulai lapuk. Warung pun perlahan menyerah. Dan jembatan ini… seperti menunggu sesuatu yang tak kunjung datang.
Lalu pertanyaan muncul—
apakah ini tanda manusia sudah tidak peduli pada lingkungan?
Jawabannya tidak sesederhana itu.
Karena jika alamnya masih sama,
jika mangrove masih berdiri setia menjaga pesisir,
maka yang sebenarnya hilang bukanlah tempat ini.
Yang hilang adalah alasan untuk kembali.
Dulu orang datang karena penasaran. Sekarang, tidak ada yang cukup kuat untuk membuat mereka kembali lagi. Kita hidup di zaman di mana segala sesuatu harus: menarik, nyaman, dan… viral. Jika tidak memenuhi itu semua, maka perlahan akan ditinggalkan.
Mangrove tidak pernah belajar menjadi viral.
Ia hanya diam, bekerja, dan menjaga. Ironisnya, justru karena diam itulah, ia kalah dari gemerlap tempat-tempat yang lebih “ramai cerita”.
Sesungguhnya tempat ini tidak tiba-tiba sepi. Ia hanya kehilangan perhatian… sedikit demi sedikit. Dan mungkin, tanpa kita sadari, kita bukan sedang kehilangan wisata alam—
kita sedang kehilangan kebiasaan untuk peduli...wallohualam bishowab
_________________

Komentar
Posting Komentar