Swasembada Tanpa Senyum Petani
Swasembada Tanpa Senyum Petani ( Refleksi Seorang Penyuluh Pertanian) Oleh: Sutoyo ___________ Bruno, 12 November 2025-__ Ketika pemerintah mengumumkan keberhasilan swasembada beras hati saya sebagai penyuluh pertanian seharusnya ikut bangga. Tetapi entah kenapa rasa bangga itu justru datang bersama dengan rasa malu yang diam-diam menusuk kalbu. Malu kepada para petani yang sejak lepas subuh sudah berlumuran lumpur, tetapi belum juga bisa menikmati hasil dari keringatnya secara layak. Saya sering berdiri di tepi sawah menyaksikan petani tersenyum tipis saat panen raya tiba. Tetapi saya tahu senyum itu lebih karena kelegaan berhasil panen, bukan karena hidupnya menjadi lebih sejahtera. Harga-harga hasil panenan yang tidak stabil, biaya produksi yang terus naik, dan ketergantungan pada pupuk bersubsidi membuat keuntungan mereka semakin menipis dan terkadang hanya sekedar untuk bertahan hidup, bukan untuk berkembang. Bagaimana tidak malu wong menurut Badan P...