Postingan

Drama Swasembada Pangan

Gambar
Drama Swasembada Pangan Ketika Dokumen Bicara Lain Oleh : Sutoyo _____________________________ Bruno, 28 November 2025__ Euforia swasembada pangan kembali mengisi ruang publik. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman, berulang kali menyampaikan bahwa Indonesia tengah memasuki era baru yakni surplus beras dan menuju swasembada. Pernyataan ini disokong oleh data produksi BPS yang menunjukkan bahwa capaian 31,04 juta ton beras hingga Oktober 2025 dengan potensi mencapai 33–34 juta ton pada akhir tahun sehingga menjadi angka yang lebih tinggi dari kebutuhan beras nasional sekitar 27 juta ton (Sumber: BPS/Kementan – pertanian.go.id; Metrotvnews.com) Secara statistik gambaran itu memang cukup menggembirakan, namun ditengah narasi besar soal kemandirian pangan muncul sebuah kejadian kecil di ujung barat Nusantara yang justru menjadi cermin besar yaitu kasus impor 250 ton beras di Sabang. Masuknya 250 ton beras asal Thailand ke Sabang sebenarnya bukan peris...

Patroli Ketahanan Pangan di Desa Cepedak

Gambar
  Patroli Ketahanan Pangan di Desa Cepedak  Respons Cepat, Pertanian Berkelanjutan, dan Komitmen Menjaga Kelestarian Alam Oleh : Sutoyo ____________________ Bruno, 25 November 2025 — Upaya menjaga ketahanan pangan sekaligus kelestarian lingkungan kembali menjadi fokus BPP Bruno. Selasa pagi 25 November Tim Patroli Ketahanan Pangan BPP Bruno bergerak cepat menuju areal pertanaman jagung di Desa Cepedak setelah menerima laporan dari Ketua Kelompok Tani Loh Jinawi, Nursalim, mengenai adanya gejala awal serangan ulat pada tanaman jagung varietas BISI 18 seluas 5 hektare. Lahan ini merupakan bagian dari Program Ketahanan Pangan Mandiri Desa yang dibiayai melalui Dana Desa, dan saat ini tanaman memasuki usia kritis sekitar 21 hari setelah tanam. Tim lapangan yang terdiri dari Koordinator BPP Bruno Duwi Hartoto, S.ST, Penyuluh Pertanian Lapangan Hari Prabowo, S.TP, serta Petugas POPT Sugiyo bergegas langsung merapat dan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk memastikan je...

Pemasaran Tembakau Tidak Bisa Lagi Mengandalkan Pola Lama

Gambar
Pemasaran Tembakau Tidak Bisa Lagi Mengandalkan Pola Lama Oleh :Sutoyo ______________ Bruno, 27 November 2025__ Bimtek Pengembangan Pola Kemitraan Angkatan V di Hotel Grand Kolopaking, Kebumen memberikaan banyak kesadaran baru bagi petani tembakau, khususnya bahwa pola pemasaran yang selama ini digunakan sudah tidak lagi memadai. Pasar bergerak begitu cepat, standar mutu pun berubah, dan industri membutuhkan bahan baku yang lebih bersih dan lebih siap olah. Dititik inilah petani tidak bisa lagi bertahan dengan cara dan pola lama, karena risiko tertinggal akan semakin besar. Diibaratkan seperti nasib Ponsel Nokia yang runtuh bukan karena produknya jelek, tetapi karena tidak mau mendengar apa yang sebenarnya diminta oleh pasar. Selama bertahun-tahun sebagian besar pemasaran tembakau berpusat pada pola lama yakni panen, mengeringkan sederhana, menunggu pengepul datang atau kalaupun dirajang dan dikeringkan menjadi tembakau siap konsumsi maka kualitasnya masih jauh dari keingian konsumen,...

Tembakau Bukan Hanya Rokok

Gambar
  Tembakau Bukan Hanya Rokok Peluang Ekonomi Baru bagi Petani Gowong Oleh : Sutoyo ________________________ Bruno,  26 November 2025__ Refleksi Bimtek Pengembangan Pola Kemitraan  Angkatan V di Hotel Grand Kolopaking Kebumen memberikan sudut pandang segar bagi petani pemula terutama dari Poktan Rukun Tani dan Suka Tani desa Gowong. Dalam sesi-sesi pelatihan para peserta mulai memahami bahwa tembakau tidak harus selalu dibaca dalam kerangka rokok, apalagi dibawa-bawa ke dalam pro-kontra isu tentang kesehatan.Tembakau adalah tanaman ekonomi dan sebagai tanaman ekonomi ia menyimpan peluang yang jauh lebih luas dari apa yang selama ini dibayangkan. Refleksi paling penting dari Bimtek kali ini adalah terbukanya cara pandang baru dimana masa depan petani tembakau sangat mungkin dibangun diluar bayang-bayang industri rokok, dan itu bukan topik yang tabu untuk dibicarakan. Justru diruang pelatihan ini kita menemukan keberanian baru untuk membayangkan masa depan tembakau yan...

Peluang dan Tantangan Baru Petani Tembakau Gowong

Gambar
  P eluang dan Tantangan Baru Petani Tembakau Gowong Catatan Hari Pertama BIMTEK Pengembangan Pola Kemitraan Angkatan V Oleh : Sutoyo ______________ Purworejo, 24 November 2025__ Hari pertama pelatihan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Pola Kemitraan Angkatan V  yang difasilitasi oleh Distanbun Provinsi Jawa Tngah memberikan pengalaman baru bagi petani tembakau di Desa Gowong, Kecamatan Bruno, Kwbupaten Purworejo. Kegiatan yang selenggarakan di Hotel Grand Kolopaking Kebumen ini merupakan kelanjutan dari program pendampingan Good Agricultural Practices (GAP) pada Poktan Rukun Tani, dan Suka Tani yang baru saja selesai  untuk masa tanam MT3 tahun 2025. Sebagai petani tembakau pemula, materi pertama Bimtek dihari pertama ini langsung menghadirkan kejutan  PT. Lampion Agrikultura Indonesi (LAI) sebagai pemateri pertama menyampaikan bahwa pola kemitraan model plasma-inti yang akan dibangun adalah hanya menerima tembakau dalam bentuk rajangan kering, bu...

Swasembada Boleh, Tapi Jumawa Jangan

Gambar
Swasembada Boleh, Tapi Jumawa Jangan Oleh: Sutoyo ______________ Pituruh, 23 November 2025 — Di tengah euforia capaian produksi pangan nasional, kita semua dikejutkan oleh bencana erupsi Gunung Semeru yang meluluhlantakkan lahan pertanian dan permukiman. Vulkanolog Dr. Surono—lebih dikenal sebagai Mbah Rono—mengingatkan satu hal sederhana namun sangat dalam: banyak masyarakat memilih tinggal di zona yang secara alami subur, bahkan di jalur aliran lahar, karena tanahnya memanjakan. Namun, “kita itu sesungguhnya hidup menumpang, dan alam adalah tuan rumah yang memiliki aturan dengan banderol yang tak dapat ditawar,” ujarnya. Pernyataan itu menegaskan bahwa ketika ilmu dan teknologi telah menetapkan area tertentu sebagai Zona Merah , itu bukan sekadar larangan administratif. Itu adalah cara alam memberi batas. Kita yang menumpang tidak boleh bertindak seenaknya, apalagi menetap dan beraktivitas intensif di wilayah yang sudah jelas berisiko tinggi. Lalu muncul pertanyaan penting: apakah ...

Barista dari Kambangan

Gambar
Barista dari Kambangan Oleh :  Sutoyo _____________________ Bruno,  21 November 2025__ Di dunia perkopian ada satu istilah yang lazim terdengar di kota-kota besar...apa itu? Yah  BARISTA. Adalah sebutan bagi orang-orang yang ahli dalam meracik, menyeduh, dan menyajikan kopi. Ia menguasai teknik espresso, mengatur suhu air dengan presisi, memilih tingkat gilingan yang tepat, hingga menciptakan latte art yang mampu menggugah pandangan  mata sebelum menggugah lidah. Jadi intinya Barista adalah juru masak kopi, sang peracik rasa yang akan menentukan nikmat tidaknya secangkir minuman yang kita seruput. Namun siapa yang menyangka bahwa jauh dari hiruk-pikuk kafe modern, dari mesin espresso yang harganya saja dapat setara dengan harga motor keluaran terbaru justru muncul “Barista” yang tidak sekolah barista, tidak magang di kafe, dan tidak pernah sibuk memotret latte art untuk Instagram. Dialah Sukiman, Ketua Poktan Wanabuana Jaya, yang tinggal di sebuah desa pegunungan...