Peluang dan Tantangan Baru Petani Tembakau Gowong
Peluang dan Tantangan Baru Petani Tembakau Gowong
Catatan Hari Pertama BIMTEK Pengembangan Pola Kemitraan Angkatan V
Oleh : Sutoyo
______________
Purworejo, 24 November 2025__Hari pertama pelatihan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Pola Kemitraan Angkatan V yang difasilitasi oleh Distanbun Provinsi Jawa Tngah memberikan pengalaman baru bagi petani tembakau di Desa Gowong, Kecamatan Bruno, Kwbupaten Purworejo. Kegiatan yang selenggarakan di Hotel Grand Kolopaking Kebumen ini merupakan kelanjutan dari program pendampingan Good Agricultural Practices (GAP) pada Poktan Rukun Tani, dan Suka Tani yang baru saja selesai untuk masa tanam MT3 tahun 2025. Sebagai petani tembakau pemula, materi pertama Bimtek dihari pertama ini langsung menghadirkan kejutan
PT. Lampion Agrikultura Indonesi (LAI) sebagai pemateri pertama menyampaikan bahwa pola kemitraan model plasma-inti yang akan dibangun adalah hanya menerima tembakau dalam bentuk rajangan kering, bukan daun basah seperti selama ini yang dibayangkan sebagian petani pemula.
Bagi petani yang baru saja masuk dunia pertembakauan, tentu saja pola kemitraan seperti ini terasa seperti tantangan berlapis. Ilmu pascapanen saja belum mencukupi, apalagi bekal pengalaman yang tidak dimiliki ditambah dengan peralatan juga nyaris tidak ada. Mulai dari apat perajang, alat penjemur (rigen), gudang hasil pengeringan, hingga manajemen pascapanen yang merupakan bagian sangat penting dalam industri tembakau, masih menjadi "barang baru" bagi para petani pemula di Gowong.
Disaat yang sama ketentuan dari pabrikan tersebut dapat membuka peluang yang sebelumnya tidak terpikirkan. Jadi jika ingin masuk kemitraan maka harus ada lompatan kualitas. Meski menantang skema ini justru membuka beberapa peluang besar:
-
Harga jual yang lebih stabil
Tembakau kering memenuhi standar industri biasanya memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi dan lebih konsisten dibandingkan dengan daun basah. Peningkatan kapasitas petani. Bimtek ini menjadi pintu masuk bagi petani Gowong untuk naik kelas—dari sekadar petani budidaya menjadi pelaku yang menguasai rantai nilai tembakau.
-
Peluang investasi bersama antar-poktan
Karena peralatan pascapanen cukup mahal, muncul peluang membangun sistem pengelolaan berbasis kelompok atau gabungan kelompok sehingga biaya bisa ditanggung bersama. -
Peluang terbentuknya Unit Pengolahan Pascapanen (UPP)
Kebutuhan ini dapat mendorong lahirnya unit usaha baru di desa, membuka lapangan kerja, sekaligus memperkuat posisi tawar petani dalam jangka panjang.
Namun peluang tersebut juga tidak datang tanpa risiko. Beberapa tantangan nyata yang harus dipetakan sejak awal seperti misalnya :
-
Belum ada keterampilan teknis pascapanen
Pengalaman menyortir, merajang, mengeringkan, hingga menyimpan tembakau belum ada. -
Belum tersedianys sarana pendukung
Alat/Mesin rajang, rigen, gudang pengeringan, ruang fermentasi, dan perlengkapan lainnya belum dimiliki oleh poktan. -
Manajemen mutu dan kontinuitas
Pabrikan membutuhkan kualitas dan kontinuitas pasokan. Dua hal ini sulit dipenuhi tanpa standar operasional yang jelas. -
Pembiayaan awal
Membentuk UPP tidak murah, sehingga perlu strategi pendanaan yang kreatif: dana poktan, dana desa, CSR, KUR, atau skema lain yang
Hari pertama Bimtek memberikan satu pelajaran penting bahwa jika ingin benar-benar terlibat dalam kemitraan industri maka petani Gowong harus siap naik kelas.
Ketentuan dari pabrikan yang hanya menerima tembakau rajangan kering bukanlah bentuk pembatasan, tetapi standar profesional yang memang berlaku dalam industri modern. Dan jika petani berhasil menyesuaikan diri, bukan tidak mungkin Desa Gowong menjadi salah satu pusat tembakau berkualitas di wilayah Bruno.
Karena itu langkah yang paling realistis ke depan adalah dengan membangun Unit Pengolahan Pascapanen (UPP) di tingkat poktan atau gapoktan sebagai fondasi kemitraan jangka panjang.
Dengan pendampingan yang tepat, pelatihan yang berkelanjutan, serta kerja sama lintas kelembagaan, tantangan hari ini dapat menjadi peluang besar bagi petani Gowong untuk menapaki babak baru dalam dunia tembakau.
______________

Komentar
Posting Komentar