Tembakau Bukan Hanya Rokok
Peluang Ekonomi Baru bagi Petani Gowong
Oleh : Sutoyo
________________________
Bruno, 26 November 2025__Refleksi Bimtek Pengembangan Pola Kemitraan Angkatan V
di Hotel Grand Kolopaking Kebumen memberikan sudut pandang segar bagi petani pemula terutama dari Poktan Rukun Tani dan Suka Tani desa Gowong. Dalam sesi-sesi pelatihan para peserta mulai memahami bahwa tembakau tidak harus selalu dibaca dalam kerangka rokok, apalagi dibawa-bawa ke dalam pro-kontra isu tentang kesehatan.Tembakau adalah tanaman ekonomi dan sebagai tanaman ekonomi ia menyimpan peluang yang jauh lebih luas dari apa yang selama ini dibayangkan.
Refleksi paling penting dari Bimtek kali ini adalah terbukanya cara pandang baru dimana masa depan petani tembakau sangat mungkin dibangun diluar bayang-bayang industri rokok, dan itu bukan topik yang tabu untuk dibicarakan. Justru diruang pelatihan ini kita menemukan keberanian baru untuk membayangkan masa depan tembakau yang lebih luas, lebih aman, dan lebih menyejahterakan.
Kemitraan Tidak Berhenti pada Jual-Beli Daun
Selama ini kemitraan cenderung dipersempit maknanya hanya pada relasi antara petani dan pabrikan misalnya petani menjual daun, pabrikan membeli daun, sesederhana itu. Namun ketika pabrikan hanya mengambil tembakau dalam bentuk rajangan kering bersih maka munculah ruang kosong yang selama ini tidak disentuh yakni wilayah pascapanen. Disinilah Bimtek membuka mata para pesertanya bahwa di balik “serah daun” sebenarnya ada rangkaian pekerjaan bernilai ekonomi yakni pengeringan, sortasi, grading, blending, hingga pengepakan yang semuanya bisa menjadi sumber pemasukan baru bagi petani kalau saja ruang itu digarap. Ini bukan sekadar perubahan teknis tetapi benar-benar perubahan cara pandang. Petani Gowong sebagai pemain pemula yang tidak dibebani dengan pola lama justru dinilai paling siap menyerap perubahan perspektif ini.
UPPK sebagai Wacana Masa Depan
Unit Pengelolaan Pascapanen Kolektif (UPPK) belum diposisikan sebagai lembaga yang sudah matang. Ia masih sebuah gagasan strategis yang lahir dari kesadaran bahwa ruang ekonomi pascapanen selama ini hilang begitu saja. UPPK tidak dibayangkan sebagai program yang harus segera jadi, melainkan sebagai opsi bertahap untuk membuka pintu-pintu pendapatan baru. Kedepan UPPK berpotensi menjadi pusat jasa pengeringan kolektif, penyedia jasa grading sesuai standar mitra, ruang blending untuk menyeragamkan kualitas, hingga titik pengepakan ulang yang lebih rapi dan bernilai jual lebih tinggi. Memang semua masih berupa ide tetapi ide yang realistis, masuk akal, dan sangat mungkin dirintis pelan-pelan. Mumpung masih berada pada tahapan wacana, justru penting dibicarakan sejak awal agar petani Gowong melihat pascapanen sebagai ruang ekonomi bersama, bukan ruang yang otomatis yang diserahkan kepada tengkulak atau pabrikan.
Peluang di Luar Industri Rokok
Bimtek ini juga membuka perspektif bahwa tembakau tidak harus selalu berakhir di industri rokok. Ada pasar lain yang berjalan tenang, tidak kontroversial, dan tidak menimbulkan resistensi pada kesehatan. Daun kualitas menengah dapat masuk ke industri aroma, laboratorium membutuhkan ekstrak nikotin, sektor pertanian organik memanfaatkan biochar dari limbah tembakau, UMKM energi memproses batang tembakau menjadi bahan bakar padat. Diruang-ruang inilah petani pemula bisa masuk tanpa rasa bersalah, tanpa tekanan isu kesehatan, dan tanpa menggantungkan masa depan pada satu industri besar. Pasar-pasar ini memang belum sepopuler rokok, tetapi justru karena itu lebih stabil dan tidak menimbulkan perdebatan.
Kesejahteraan Datang dari Banyak Pintu
Salah satu pelajaran penting dari Bimtek adalah bahwa petani yang hanya mengandalkan penjualan daun akan selalu berada pada posisi paling lemah. Kesejahteraan yang kokoh tidak pernah berdiri di satu sumber pendapatan, melainkan dari banyak pintu kecil yang terus terbuka misalnya pendapatan dari daun utama, tambahan dari daun grade rendah, peluang dari pengolahan limbah, potensi jasa pascapanen ketika UPPK dirintis, hingga akses pasar non rokok yang selama ini tidak terpikirkan. Semakin banyak pintu, semakin kecil risiko, semakin tinggi posisi tawar, dan semakin kokoh fondasi ekonomi keluarga petani. Dari sinilah petani tidak lagi “menjual daun”, tetapi menjual nilai.
Gowong: Pemula yang Justru Lebih Siap
Menariknya sebagai desa pemula, Gowong justru berada pada posisi yang paling strategis. Cara pikir petani masih lentur, kelompok tani aktif belajar, kemitraan baru tumbuh dan mudah diarahkan, ditambah dukungan dinas terkait yang konsisten. Situasi ini sering kali lebih menjanjikan daripada desa yang sudah terlalu nyaman dengan rutinitas lama. Gowong punya peluang menjadi model desa tembakau generasi baru yaitu desa yang tidak hanya menggantungkan masa depan pada daun, tetapi melihat tembakau sebagai ekosistem ekonomi yang utuh dan beragam.
Refleksi Bimtek kali ini memberikan kesimpulan yang cukup jelas bahwa tembakau bukan hanya rokok, dan petani tidak selamanya harus berjalan di lorong sempit antara pabrikan dan isu kesehatan. Ketika pasca panen dilihat sebagai peluang, ketika UPPK mulai diwacanakan sebagai ruang kerja bersama, ketika petani menyadari bahwa daun rendah pun punya nilai maka disitulah masa depan ekonomi tembakau menjadi lebih luas dan lebih manusiawi. Dan Gowong siap menuju ke arah itu....wallohualam bishowab
________________________

Komentar
Posting Komentar