Kelelawar, “Pakar Buah Matang” yang Sering Diremehkan

 

Kelelawar, “Pakar Buah Matang” yang Sering Diremehkan

Oleh : Sutoyo

________________

Pernah melihat mangga jatuh dari pohon dengan bekas gigitan kecil di daging buahnya? Banyak orang langsung mengernyit, mengira itu kotor, menjijikkan, atau tak layak dimakan. Padahal dimasa lalu buah seperti itu justru dianggap yang paling mahal kualitasnya: matang pohon, manis alami, dan aromanya maksimal. “Tandanya gampang,” kata orang tua dahulu, “kalau kelelawar mau, berarti sudah benar-benar matang.”

Kedengarannya sepele, tetapi sesungguhnya kelelawar memang memiliki naluri memilih buah terbaik. Mereka tidak tertarik pada buah yang masih muda, kecut, atau mengandung banyak getah. Indra penciuman dan ekolokasi mereka membantu menemukan buah dengan kadar gula tinggi—ciri utama buah matang pohon. Jadi tanpa gelar sarjana pertanian, kelelawar telah lama berperan sebagai quality control alam.

Buah matang pohon memiliki perbedaan penting dengan buah matang karbit atau matang simpanan. Rasa manisnya tidak “dipaksakan” tetapi terbentuk oleh proses pematangan alami: pati berubah menjadi gula, serat melunak, aroma keluar sempurna. Itulah mengapa mangga yang jatuh karena dimakan kelelawar sering terasa lebih wangi dan legit dibanding buah yang dipetik muda lalu diperam.

Menariknya, di desa dulu orang tidak panik melihat gigitan kecil kelelawar di buah. Bagian bekas gigitan dibuang, sisanya dimakan. Mereka percaya kelelawar tidak asal pilih—dan pengalaman membenarkannya. Jarang ada cerita orang sakit karena makan buah matang pohon sisa gigitan kelelawar; justru yang sering mengecewakan adalah buah yang tampak mulus, tetapi rasanya hambar karena dipetik terburu-buru.

Di balik kebiasaan sederhana ini, tersembunyi pesan besar: alam sebenarnya sedang mengajari kita tentang kesabaran. Kelelawar hanya datang ketika waktunya tepat. Buah yang terburu-buru dipetik mungkin laku dijual, tetapi kehilangan rasa terbaiknya. Sedangkan buah yang dibiarkan matang pada waktunya memberi kualitas yang tak bisa dipalsukan.

Jadi lain kali melihat mangga jatuh bekas sedikit gigitan, jangan langsung jijik. Bisa jadi itu justru rekomendasi gratis dari “ahli buah malam hari”. Kelelawar mungkin kecil dan sering disalahpahami, tetapi satu hal pasti: mereka jarang salah memilih buah.

Dan siapa tahu, dari sana kita belajar satu hal sederhana: 👉 kadang, untuk mendapatkan yang terbaik, kita hanya perlu menunggu sampai benar-benar matang...wallohualam bishowab

__________________

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Magnet Kerinduan di Watuduwur: Sebuah Pertemuan Tak Terduga dengan Pak Dhani Harun

Ibu Ketua TP PKK Jateng borong produk KWT se Kecamatan Bruno

Keresahan yang Mencair di Aula B dan C: Petani Tembakau Akhirnya Bisa Tersenyum