Dipangkas Bukan untuk Kehilangan, Tapi untuk Menjadi Lebih Berkualitas
Dipangkas Bukan untuk Kehilangan, Tapi untuk Menjadi Lebih Berkualitas Oļeh : Sutoyo ________________ Sebuah pohon mangga berdiri tenang setelah dipangkas. Cabang-cabangnya yang dulu rimbun kini telang hilang menyisakan bentuk yang lebih sederhana. Sekilas ia tampak seperti kehilangan sesuatu yang penting. Namun siapa sangka dari bekas potongan itulah justru muncul tunas-tunas baru yang ebih segar, lebih terarah, dan lebih hidup. Disitulah pelajaran sederhana tapi dalam tersembunyi. Didalam kehidupan kita sering memandang “dipangkas” sebagai suatu kehilangan. Kehilangan kesempatan, kehilangan pekerjaan, kehilangan kenyamanan, bahkan mungkin kehilangan orang-orang yang pernah dekat. Kita mengira semua yang hilang adalah kemunduran. Padahal bisa jadi itu adalah proses seleksi alam kehidupan dan cara Tuhan merapikan apa yang terlalu rimbun namun tidak lagi produktif. Seperti sebuah pohon yang tidak pernah dipruning, hidup yang dibiarkan tanpa evaluasi cenderung tumbuh liar. Banyak cabang ...