Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2026

Senja dan Hati yang Diuji

Gambar
Episode 3 – Senja dan Hati yang Diuji Senja mulai turun ketika Amin Zaid menuntun kambing-kambingnya untuk pulang. Matahari sudah mulai mendekati ufuk barat, cahayanya kuning kemerahan dan lembut. Panas terik siang tadi telah pergi digantikan dengan semilir angin sore yang pelan menyentuh kulit. Karung berisi rumput menggantung di pundaknya. Beratnya masih terasa, tapi tidak lagi memberatkan langkah. Di kejauhan, suara adzan magrib seperti sedang bersiap keluar dari menara masjid. Di jalan setapak diatas tanggul kali, beberapa teman seusianya lewat sambil tertawa. Mereka baru saja selesai bermain. Ketika melihat Amin Zaid bersama kambing-kambingnya, salah satu dari mereka berseru, “Min, kok belum pulang juga? Bau kambing tuh!” Tawa kecil menyusul. Tidak keras. Tapi cukup untuk mengusik. Langkah Amin Zaid melambat. Bukan karena lelah, tapi karena hatinya tersentuh. Ia ingin membalas. Ingin menjelaskan bahwa kambing-kambing ini adalah amanah. Bahwa tidak semua anak punya waktu bermain se...